KOTA AGUNG (Lampost.co) -- Pekon Sirnagalih, Kecamatan
Ulubelu, Tanggamus memprioritaskan 3 item pembangunan. Seluruh kegiatan
tersebut merupakan hasil musyawarah desa yang melibatkan tokoh
masyarakat dan aparatur pekon dengan memanfaatkan dana desa tahun
anggaran 2017.
Pekon Sirnagalih merupakan desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lampung Barat. Pekon ini memiliki luas wilayah 3.848 hektare dengan 4.300 jiwa penduduk mencakup 1.300 kepala keluarga.
Kustiwan, Kepala Pekon Sirnagalih, menjelaskan ketiga kegiatan tersebut meliputi pembangunan jembatan, cor tumbuk serta gedung tempat pengajian anak (TPA).
Pembangunan jembatan ini dilaksanakan di Dusun Sinargalih dengan bentang 12 meter dan lebar 3 meter. Jembatan ini merupakan akses yang menghubungkan Pekon Sirnagalih dengan Ulusemong.
Sebelumnya jembatan ini sifatnya masih darurat karena terbuat dengan material bambu. "Jadi kalau hujan lebat dan volume air sungai tinggi, maka jembatan kerap hanyut terbawa arus. Sekarang sudah berdiri jembatan kokoh setinggi 4 meter di atas permukaan air. Tentunya dengan adanya jembatan ini akan memudahkan mobilitas warga," jelasnya, Rabu (6/9/2017).
Jembatan tersebut juga dimanfaatkan oleh petani setempat untuk mengangkut hasil bumi dari perkebunan di kaki bukit. Warga setempat mayoritas berpenghasilan dari bercocok tanam, seperti kopi, pisang, lada dan padi.
"Hasil bumi ini tadinya cuma diangkut dengan menggunakan sepeda motor. Saat ini kendaraan roda empat sudah bisa langsung masuk ke lokasi perkebunan. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani," kata dia.
Sumber : Lampost.co | SAI 100 FM | Sai 100 FM
Pekon Sirnagalih merupakan desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Lampung Barat. Pekon ini memiliki luas wilayah 3.848 hektare dengan 4.300 jiwa penduduk mencakup 1.300 kepala keluarga.
Kustiwan, Kepala Pekon Sirnagalih, menjelaskan ketiga kegiatan tersebut meliputi pembangunan jembatan, cor tumbuk serta gedung tempat pengajian anak (TPA).
Pembangunan jembatan ini dilaksanakan di Dusun Sinargalih dengan bentang 12 meter dan lebar 3 meter. Jembatan ini merupakan akses yang menghubungkan Pekon Sirnagalih dengan Ulusemong.
Sebelumnya jembatan ini sifatnya masih darurat karena terbuat dengan material bambu. "Jadi kalau hujan lebat dan volume air sungai tinggi, maka jembatan kerap hanyut terbawa arus. Sekarang sudah berdiri jembatan kokoh setinggi 4 meter di atas permukaan air. Tentunya dengan adanya jembatan ini akan memudahkan mobilitas warga," jelasnya, Rabu (6/9/2017).
Jembatan tersebut juga dimanfaatkan oleh petani setempat untuk mengangkut hasil bumi dari perkebunan di kaki bukit. Warga setempat mayoritas berpenghasilan dari bercocok tanam, seperti kopi, pisang, lada dan padi.
"Hasil bumi ini tadinya cuma diangkut dengan menggunakan sepeda motor. Saat ini kendaraan roda empat sudah bisa langsung masuk ke lokasi perkebunan. Kami berharap hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani," kata dia.
Sumber : Lampost.co | SAI 100 FM | Sai 100 FM

0 komentar:
Posting Komentar