Polemik pembangunan fly over Jl. Teuku Umar–Jl. Z.A. Pagar Alam yang berada tepat di depan Mal Boemi Kedaton (MBK) kian meruncing. Puncaknya terjadi tadi malam.
Ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Lampung dikabarkan hendak melakukan penertiban guna menghentikan proses pembangunan di fly over MBK. Dari informasi yang dihimpun, sikap represif itu direspons oleh Banpol PP Kota Bandarlampung.
Sebelum kedatangan para personel Satpol PP Lampung, para anggota Banpol PP Bandarlampung lebih dahulu berkumpul di lokasi pembangunan fly over. Mereka siaga untuk mengamankan agar tidak terjadi upaya penghentian proyek. Ketegangan pun sempat mencuat.
Beruntung, polisi sigap. Puluhan aparat ditambah anggota Brimob Polda Lampung segera diterjunkan ke lokasi. Bahkan, Kapolda Lampung Irjen Sudjarno didampingi Kapolresta Bandarlampung Kombespol Murbani Budi Pitono turun langsung ke lokasi guna memantau kondisi.
Namun kepada awak media, Jarno –sapaan akrab Kapolda Lampung– terkesan menutupi ketegangan tersebut. Dia mengaku kedatangannya ke proyek fly over depan MBK tersebut untuk melihat situasi dan kondisi lalu lintas karena pihaknya mendapat kabar arus lalu lintas di titik itu macet akibat pekerjaan proyek. ’’Kami bukan hendak menghentikan atau memberhentikan pekerjaan fly over. Tetapi, kami hanya ingin merapikan jalan agar dapat lancar dilalui kendaraan,” kata dia semalam.
Menurut Jarno, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan proyek itu. Namun, lanjutnya, jika ada surat dari kementerian pusat terkait perintah menghentikan pekerjaan jalan pada H-10 Lebaran, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkot Bandarlampung untuk mengikuti instruksi tersebut.
’’Biasanya kan pada H-10 Lebaran itu seluruh pekerjaan jalan secara nasional dihentikan. Kalau kami sudah menerima surat itu, kami minta untuk menghentikan sementara. Tetapi kalau sekarang kan belum ada suratnya. Untuk menghentikan pekerjaan itu bukan kewenangan kami. Kami hanya mengatur jalannya lalu lintas,” terangnya.
Tidak mau ketegangan berlanjut, pihak rekanan berbesar hati menghentikan pembangunan fly over sementara. Pantauan Radar Lampung, rekanan langsung menarik hampir seluruh alat berat tadi malam. Termasuk alat bore pile yang digunakan untuk memasang tiang pancang.
Pola Pardede selaku asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Bandarlampung mengatakan, pihaknya hanya melakukan penggeseran peralatan pada proyek fly over karena kondisi menjelang Lebaran. ’’Ini yang eksekusi dari pemkot, bukan dari Pol. PP provinsi. Ini bisa dijamin sama Pak Kapolda,” ujarnya singkat.

0 komentar:
Posting Komentar